Pedukuhan XIII Sidorejo Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo

Tampilkan postingan dengan label diklat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diklat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Sosialisasi KIM : The Power of Social Media

Pada tanggal 17 mei 2016 kemarin Mekar Center Banaran bersama dengan Karisma Lendah bekerjasama dengan DISPARPORA Kulon Progo dan DISHUBKOMINFO DIY mengadakan sosialisasi bertema Peran Media Sosial Dalam Rangka Percepatan Informasi Dan Akses Pembangunan Dan Peran Media Sosial Bagi Pengembangan Dan Promosi Pariwisata. Bertempat di rumah makan Gerbang Trisik, kegiatan ini mengundang perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda dari dua kecamatan, Galur & Lendah. Sebuah upaya dari para stakeholder memberikan edukasi mengenai kemajuan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.  

Tidak bisa dipungkiri bahwa fenomena sosial media dewasa ini mampu menjadi magnet tersendiri bagi penyebarluasan sebuah informasi. Proses viralisasi di sosial media bisa menjadi promosi gratis tanpa perlu biaya mahal bahkan tanpa biaya sama sekali jika dibandingkan melakukan promosi melalui media konvensional. Hal tersebut bila dimanfaatkan dengan jeli tentu akan memberikan dampak yang luar biasa.


Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dibuka dengan sambutan pertama dari ketua Mekar Center, mas Eko Heri P. Dalam sambutannya mas Eko Heri P. Menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dewasa ini begitu pesat. Jika masyarakat tidak mengikuti perkembangan arus perkembangan sekarang tentu akan tertinggal dengan yang lain. Sambutan kedua diberikan oleh Bapak R. Edi Harjanto, dari DISHUBKOMINFO DIY yang menyatakan optimismenya bahwa  sosial media dapat menjadi pemicu sebuah fenomena. sehingga pengguna sosial media diharapkan mampu menggunakan sosial media secara bijak & positif, seperti mempromosikan sebuah kawasan wisata agar lebih dikenal luas. 




Pada sesi pertama pemberian materi disampaikan oleh Bapak Cahyono, ST dari DISPARPORA KP,  menyampaikan materi mengenai Peran Media Sosial Dalam Rangka Percepatan Informasi Dan Akses Pembangunan. Penyampaian materi diawali dengan ulasan sejarah perkembangan teknologi informasi dan perkembangannya hingga saat ini. sedemikian kuatnya internet mampu mengubah banyak hal dari hal kecil misal sosial media bisa menjadi media komunikasi sampai menjadi  pemicu gerakan revolusi suatu kawasan. Namun ditengah perkembangan negara Indonesia yang secara dinamis masih dalam tahap pembangunan, pemanfaataan media sosial secara bijak bisa memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan untuk kemajuan Indonesia. 



Untuk sesi kedua penyampaian materi disampaikan oleh Bapak Kuat Tri Utomo, yang mengulas mengenai Pengembangan Destinasi Wisata Kabupaten  Kulon Progo.  Seperti kita tahu beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta secara masif berlomba – lomba dalam membangun sektor pariwisata, baik dengan mengoptimalkan obyek wisata lama, ataupun mengembangkan kawasan wisata baru. Tak mau kalah dengan kabupaten lain di DIY, ekskalasi pertumbuhan obyek wisata di Kulon Progo mulai menunjukkan grafik yang menaik dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini. hal ini tak lepas dari kemitraan yang terjalin antara pemerintah dengan masyarakat dalam upaya membangkitkan sektor ini sebagai potensi unggulan kabupaten Kulon Progo.



Beberapa data juga dimunculkan Pak Kuat dalam kaitan pengembangan daerah wisata di Kabupaten Kulon Progo, termasuk di kecamatan Lendah dan Galur. Salah satu yang sedang jadi fokus pemerintah daerah untuk pengembangan daerah wisata di Kulon Progo adalah pantai Trisik. Selain memiliki daya tarik sebagai obyek wisata alam, Pantai Trisik memiliki aspek historis, perikanan, & agraris yang bisa diangkat sebagai nilai tambah kawasan tersebut. Hal tersebut tentunya butuh dukungan & partisipasi semua pihak terkait, agar nantinya pengembangan wisata pantai Trisik dapat berjalan lebih optimal.  



Sesi terakhir materi sosialisasi KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) yang disampaikan oleh Bapak Musif Sahirul Alim dari DISHUBKOMINFO DIY, yang menyampaikan mengenai Pemberdayaan KIM Melalui Pemanfaatan IT. Dalam penyampaiannya Pak Musif mengetengahkan peran DISHUBKOMINFO DIY dalam pendampingan KIM agar dapat memaksimalkan perannya di era teknologi informasi seperti sekarang. 





Melalui pemanfaatan IT yang tepat guna diharapkan KIM dapat mengangkat potensi daerah untuk kepentingan yang lebih luas. Selain itu penggunaan smartphone yang sudah sangat terjangkau diharapkan dapat dimanfatkan untuk hal - hal positif & produktif. Semisal proses pelayanan publik oleh dinas terkait bisa dilakukan melalui sebuah aplikasi di smartphone. Dengan integrasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi, diharapkan pembangunan Kulon Progo dapat lebih unggul & maju kedepannya. 


Sebelum sesi penutupan, terlebih dahulu pembawa acara memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya atau menyampaikan pendapat & tanggapannya berkaitan materi yang sudah disampaikan. 

 
Keikutsertaan perwakilan Karang Taruna Jangkar Muda dalam acara sosialisasi kali ini tentu tak disia – siakan untuk menyampaikan pandangan KTJM berkaitan rencana Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengembangan daerah wisata di Kulon progo secara komperhensif. Sebagai perwakilan KTJM, mas Edi Yulianto menyampaikan beberapa hal khususnya menanggapi rencana pengembangan kawasan wisata pantai Trisik. Diantaranya rencana pengembangan kawasan laguna yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu. Selain itu KTJM siap dilibatkan jika ada upaya dari pemerintah untuk mengulik sejarah & melakukan pemugaran situs paku alam V yang selama ini terbengkalai. Tak lupa upaya konservasi zona hijua pesisir Trisik turut disampaikan sebagai peran nyata KTJM dalam menjaga keberlangsungan alam dan upaya menata kawasan wisata pantai Trisik agar lebih hijau. Selain itu segala penyebaran informasi berkaitan kegiatan KTJM dalam membangun  kawasan pesisir trisik juga sudah dioptimalkan melalui pemanfaatan website, sosial media, dan instan messenger.  

Sabtu, 12 Desember 2015

Pelatihan Budidaya Jahe Karang Taruna Mekar

Ketika yang bermanfaat itu ditanam, dari benih terbaik yang kau semaikan, tunas yang tumbuh menjadi penanda berkembangnya harapan, dipupuk dan disiram, sampai tunas menjulang menjadi batang dan daun yang gagah, menatap sang matahari dengan penuh percaya, setelah berbulan – bulan menempa kehidupan, didalam tanah tempatnya berpijak, akar yang tak tampak menyimpan seribu satu manfaat. ~Elegi Jahe~


Melirik usaha di bidang Pertanian dewasa ini sepertinya kurang menarik dimata anak muda jaman sekarang. Pemahaman yang kurang dan anggapan yang salah mengenai sektor yang satu ini menjadikan negara kita semakin familiar saja dengan impor bahan pangan. Padahal di luar sana, banyak negara di kawasan Eropa, Amerika, dan Asia memprioritaskan sektor pertanian sebagai basis unggulan produk domestik yang berdaya saing global. Selain mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri masing – masing, juga menjadi sumber devisa setelah hasil pertanian mereka diekspor ke negara – negara lain. Realitas yang harus kita terima bila sektor yang satu ini kurang termindset dengan baik, terutama oleh generasi muda kita, bahwa sektor pertanian selain dapat menjadi soko guru perekonomian suatu bangsa, juga dapat menjadi peluang yang tak kalah menjanjikan jika kita tahu resep rahasianya ^_^ .


Kamis, 19 November 2015

Penyuluhan Kelompok Informasi Masyarakat

Arus informasi yang semakin mudah diakses oleh masyarakat saat ini adalah buah dari era globalisasi yang makin tak terbendung. Internet menjadi sarana paling muktahir yang mampu menggantikan metode konvensional manusia dalam berinteraksi. Pesatnya perkembangan teknologi yang satu ini telah mengubah banyak hal di sekitar kita. Menghilangkan batasan, sekat, jarak, dan waktu karena semua terhubung dalam satu konektivitas. Walaupun akses internet sekarang sudah menjangkau sampai wilayah pelosok, namun pemanfaatan secara komperhensif belum banyak diketahui masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Salah satu tugas pemerintah selain memastikan setiap daerah di indonesia terhubung dan terjangkau koneksi internetnya, juga edukasi mengenai penggunaan internet untuk hal – hal positif perlu dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan sosialisasi pemanfaatan  teknologi informasi kepada masyarakat.


Dalam rangka memberikan akses informasi kepada masyarakat mengenai program – program unggulan pemerintah kabupaten kulon progo, pada tanggal 17 november 2015 kemarin Mekar Center Desa Banaran bekerja sama dengan Dishubkominfo, Bappeda, & Disnakertrans Kulon Progo menggelar kegiatan bersama KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Banaran.


Senin, 15 Juni 2015

Diklat Manajemen Organisasi

Pada tanggal 2 Juni 2015 kemarin Karang Taruna Jangkar Muda mendapatkan golden tiket  untuk mengikuti diklat perdananya. Diklat yang menjadi ruang belajar & forum yang mengasah potensi kami memberdayakan organisasi yang baru saja bertunas ini. Induk organisasi kami di tingkat Desa, Karang Taruna Mekar Desa Banaran memberikan kesempatan kepada 3 perwakilan pengurus UKKT (Unit Kerja Karang Taruna) tiap dukuh di Desa Banaran untuk belajar tentang manajemen organisasi Karang Taruna. Sebuah kesempatan berharga yang tidak akan kami sia – siakan tentunya.


Bertempat di rumah tokoh Banaran yang sangat konsen untuk memberdayakan potensi kepemudaan, sosial masyarakat, seni budaya, dan penyambung lidah kami rakyat Banaran.  Tak heran sejak tahun 90an sampai sekarang pencapaian – pencapaian desa Banaran, baik SDM nya maupun kemajuan daerahnya sedikit banyak merupakan buah kontribusi yang selama ini dipelopori dan diperjuangkan oleh mas Priyo Santoso. Sosok ramah dan bersahaja yang  tak sungkan akrab dengan kami junior  - junior yang tak jarang diberinya wejangan yang ternyata banyak membuka pola pikir dan tindakan kami sebagai seorang Pemuda untuk senantiasa  maju kedepan. Super Sekali ^_^

Acara yang sedianya dimulai sekitar jam 09.00 terpaksa dibuka agak sedikit ngaret karena jam di indonesia cukup akomodatif untuk fleksibilitas ^_^. Delegasi KTJM diwakili oleh 3 Pengurusnya dan 1 Pembina. Perwakilan dari KTJM diwakili oleh Joni sebagai ketua KTJM, sekretaris KTJM Rahayu, dan Bendahara KTJM Sinta serta sang Pembina KTJM diperkenankan mendampingi Setelah melobi dulu  ketua Karang Taruna Mekar mas Eko Heri Prasongko, salah satu tokoh pemuda yang kiprahnya saling bersinergi dengan mas Priyo dalam membangun Desa Banaran.



Acara dipandu oleh dua orang pengurus Karang Taruna Mekar saudari Ami dan saudara Herman cukup khidmat kami ikuti. Dibuka dengan sambutan dari salah satu pembina Karang Taruna Mekar yang menjadi  salah satu pemateri, Ibu Sri Wahyuningsih yang juga menjabat sebagai Kaur Kesra Desa Banaran.  Dari beliau pula nantinya kami banyak mendapatkan edukasi dan informasi yang mendukung kegiatan kami dalam memberdayakan Karang Taruna. Setelah sambutan dari ibu kesra, acara dilanjutkan dengan Pemateri pertama yang juga merangkap sebagai tuan rumah, Mas priyo Santoso. Materi yang dibawakan oleh Mas Priyo berkenaan dengan Manajemen organisasi secara umum dan implisit tentang karang taruna. Beliau juga banyak berkisah tentang suka duka membangun organisasi kepemudaan sejak tahun 90an. Dan pengalamannya pernah ikut lomba pidato yang cukup bergengsi dan mendapatkan juara 3. Sebuah prestasi yang tak bisa dipungkiri merupakan buah dari kegiatan organisasi yang sejak muda digelutinya dan berbuah manis  ke banyak hal sampai sekarang.



Tak sampai satu jam mas Priyo memberikan materinya. Pemateri kedua adalah Ibu Sri Wahyuningsih yang membahas tentang Tata Kelola Organisasi. Materi yang cukup padat namun cukup “bergizi” untuk menjadi amunisi kami membangun KTJM kedepan lebih baik ^_^. Mulai dari gambaran organisasi Karang Taruna secara umum, kelengkapan organisasi ditandai dengan lengkapnya  buku administrasi, serta sistematika penyusunan proposal untuk pengajuan bantuan dana penunjang kegiatan Karang Taruna. Tak lupa beberapa info tentang anggaran pemerintah desa yang ternyata cukup menarik minat kami untuk segera menyusun Proposal  demi lancarnya kegiatan kami. 

Menjelang pukul 11 lebih setengah jam acara dilanjutkan dengan Pemateri ketiga, Ibu Ririn yang juga salah satu perangkat Desa Banaran. Materi yang diberikan Ibu Ririn banyak membahas tentang LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) yang seringkali terlupakan saat kegiatan yang sumber pendanaanya berasal dari pemerintah / masyarakat. LPJ  adalah bentuk tanggung yang menunjukkan kapastitas sebuah organisasi layak atau tidak untuk terus didukung dalam setiap pencanangan kegiatannya. Selain itu Bu Ririn juga membahas tentang sumber anggaran Desa yang berasal dari PAD (Pendapatan Asli Daerah), PEMDA (Pemerintah Daerah), PEMPROV (Pemerintah Provinsi), dan Pemerintah Pusat. Materi yang cukup berat namun cukup bisa kami tangkap isinya. SEMOGA ^_^

Tak terasa acara yang berjalan akrab dan membuka banyak cakrawala kami tentang organisasi Karang Taruna menuju sesi akhir. Sebelum acara dilanjutkan dengan makan siang dan berpamitan, sesi tanya jawab diberikan oleh sang Ketua Karang Taruna Mekar yang kharismatik, mas Eko Heri Prasongko kembali merefresh secara singkat materi diklat yang sudah diberikan Pemateri, mas Heri memberikan kesempatan kepada 3 orang peserta diklat untuk memberikan pertanyaan. Pertanyaan dari para peserta diklat tersebut cukup menghidupkan pikiran kami dalam membangun budaya diskusi yang konstruktif. Sebuah kebiasaan yang baik patut kami budayakan dalam Karang Taruna Kami nantinya selian jam karet, BUDAYAKAN DISKUSI ^_^.

Sebelum acara ditutup tak lupa sedikit demostrasi ditunjukkan oleh Mas Heri dengan menunjukkan salah satu keahliannya dalam membaca karakter sesorang melalui tulisan tangan, atau bahasa kerennnya Grafologi. Untuk urusan kepakaran mas Heri memang memiliki banyak keahlihan yang mumpuni dibidangnya. Tak Jarang dengan pembawaan yang bersahaja tapi menyimpan permata, salah satunya kiprah  beliau dalam berorganisasi membawanya dikenal sebagai sosok gigih dan inspiratif.  

Setelah menyantap hidangan makan siang yang mantap seusai diklat, berbekal segudang ilmu yang kami dapat dari diklat dan handout berharga, dan uang transport di tangan kami pulang dengan semangat terbarukan untuk membangun KTJM lebih berdaya lagi. Tapi sebelum sampai rumah kami digoda mie ayam dan bakso di persimpangan yang memaksa kami singgah sebentar. DASAR ^_^

Copyright © KARANG TARUNA JANGKAR MUDA | Supported by EY Project

Design by Anders Noren