Pedukuhan XIII Sidorejo Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo

Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2016

Focus Group Discussion

FGD (Focus Group Discussion) / Diskusi Kelompok terarah adalah suatu proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok (Irwanto, 1998), menurut Henning dan coloumbia (1990), diskusi kelompok terarah adalah wawancara dari sekelompok kecil yang dipimpin oleh seseorang narasumber atau moderator yang secara halus mendorong peserta untuk berani berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting yang berhubungan dengan topik diskusi saat itu. 

pada tanggal 16 juni 2016 kemarin bertempat di rumah makan gerbang Trisik, Karang Taruna Mekar desa Banaran mengadakan FGD bersama beberapa pihak terkait & berkompeten dalam bidangnya untuk menggali ide, gagasan, dan pemikiran berbagai pihak, baik perseorangan / institusi / instansi untuk memberikan saran dan masukan sebagai bahan rekomendasi / pertimbangan yang akan disampaikan kepada pihak terkait dalam rangka pengembangan obyek wisata pantai Trisik.

Selasa, 07 Juni 2016

Bersih Pantai Trisik Galakkan Sapta Pesona

Pantai yang kotor, kumuh, tak terawat, dan minim fasilitas, mungkin menjadi sekilas kesan yang didapat pengunjung saat berkunjung ke pantai Trisik. Selama kurun waktu beberapa tahun belakangan ini penurunan jumlah pengunjung pantai Trisik cukup membuat roda pengembangan pariwisata pantai Trisik berjalan lesu. Namun bukan berarti pesona pantai Trisik untuk kembali menjadi salah satu obyek wisata unggulan di kabupaten Kulon Progo hanya sekedar angan – angan saja. Justru kesempatan untuk membangun kembali kawasan ini melalui berbagai potensi tersembunyi menjadi harapan baru untuk mengembangkan kawasan ini jadi primadona lagi.


Pada tanggal 3 juni 2016 kemarin, Dinas pariwisata Daerah istimewa Yogyakarta melibatkan sekitar 350 lebih peserta dari kelompok sadar wisata (pokdarwis), pramuka, pedagang, Polisi, TNI, karang taruna, aparatur pemerintah Desa & Kecamatan, serta masyarakat sekitar mengadakan kegiatan bersih pantai Trisik sebagai upaya mensosialisasikan program sapta pesona kepada masyarakat luas. Selain itu diharapkan dengan event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke pantai Trisik. 


cuaca pagi yang awalnya cerah, tiba – tiba berubah menjadi mendung pekat disertai angin yang bertiup kencang dari arah laut. Hal ini sempat menjadi kekhawatiran para peserta bahwa hujan akan turun. Namun tak berapa lama kemudian, setelah angin yang membawa awan hitam mereda, matahari kembali menampakkan diri dan perlahan – lahan langit kembali cerah. Hal ini tentu membuat para peserta yang sempat was was hujan akan turun kembali tersenyum lega karena cuaca kembali cerah. 



Agenda yang dijadwalkan dimulai pada pukul 07.30 WIB terpaksa baru dimulai sekitar  08.30 WIB. Namun  hal tersebut tidak menyurutkan langkah para peserta untuk memulai kegiatan kerja bakti bersih pantai. Dengan menggunakan peralatan yang sudah disediakan. Para peserta bahu membahu memungut dan mengumpulkan sampah yang berserekan disekitar pantai. Sampah kemudian dibakar setelah dikumpulkan menjadi beberapa bagian. Asap yang dihasilkan dari pembakaran memang sedikit mengganggu pernafasan dan penglihatan, namun polutan yang dihasilkan sebanding dengan manfaat yang didapat, dengan berkurangnya sampah yang berserakan disepanjang pantai Trisik. Sampah di pantai Trisik memang menjadi permasalahan konkrit yang harus ditangani segera dan gerakan bersih pantai perlu dilakukan  secara berkelanjutan. 



Dalam acara ini turut melibatkan Dimas Diajeng Jogja sebagai duta wisata yang peduli terhadap upaya pelestarian lingkungan. 


Setelah para peserta melakukan kegiatan kerja bakti bersih pantai, acara seremonial kegiatan ‘Aksi Sapta Pesona” dibuka dengan sambutan pertama oleh Dinas Pariwisata Kulon progo yang diwakilkan oleh bapak Sujarwo. Dalam sambutannya bapak Sujarwo menyampaikan optimismenya bahwa obyek wisata pantai Trisik kedepannya dapat menjadi obyek wisata unggulan yang memiliki beragam potensi, mulai dari potensi alam, historis,  serta kearifan lokal warga masyarakatnya. Potensi tersebut tinggal digali & dioptimalkan lagi untuk pengembangan obyek  wisata pantai Trisik. selain itu dampak dari pembangunan kawasan Bandara di Kulon Progo nantinya membuat sebagian besar kawasan pantai Glagah dan pantai Congot kehilangan banyak wilayahnya. oleh sebab itu perlu dipersiapkan kawasan wisata pantai pengganti di Kulon Progo yang akan dioptimalkan untuk pengembangan Pariwisata kedepannya. Salah satu yang menjadi bidikan Dinas Pariwisata Pemuda & Olahraga Kulon Progo adalah Pantai Trisik. selain kawasan ini nantinya turut dilewati JJLS (Jalur Jalan Lintas selatan). Jika dikembangkan dengan baik, kawasan pesisir Trisik memiliki banyak potensi yang bisa digali.


Sambutan kedua diberikan oleh Bapak Imam Pratanandi, selau Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY yang menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan di pantai Trisik ini merupakan wujud pengamalan sapta pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Salah satunya dengan mensosialisasikan gerakan bersih pantai baik kepada masyarakat di sekitar obyek wisata maupun pengunjung yang sedang berkunjung di pantai Trisik. selain itu adanya kegiatan penangkaran penyu dan konservasi zona hijau yang dilakukan oleh warga sekitar menjadi upaya positif yang patut di apresiasi. Selain di pantai Trisik kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah obyek wisata di DIY. Mulai dari Pantai Goa Cemara, Pantai Baros di Kabupaten Bantul, dan juga Tebing Breksi, di Sleman.


Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan seremonial penyerahan bibit cemara udang secara simbolis untuk ditanam di area pantai Trisik. mengingat cuaca yang memasuki musim kemarau, kegiatan kerja bakti yang awalnya akan diselingi dengan tanam cemara terpaksa hanya dilakukan simbolisasi penanaman 10 bibit pohon saja. Namun kedepannya Dinas Pariwisata akan melaksanakan kegiatan tanam cemara secara lebih masif saat musim hujan. 


Para peserta kali ini juga dihibur dengan hiburan organ tunggal dari “Era Entertainment” yang menyuguhkan hiburan istimewa dengan artis dangdut kenamaan kulon progo Ana Servia. 


sebagai garda depan organisasi kepemudaan di dukuh Sidorejo, Karang Taruna Jangkar Muda merasa punya tanggung jawab untuk memberikan sumbangsihya menghidupkan kembali nadi obyek wisata pantai Trisik yang sekarag masih melemah, namun dengan dukungan & kerjasama dengan pihak terkait. Terutama dinas pariwisata , masyarakat sekitar, pokdarwis, dan pelaku usaha, diharapkan obyek wisata pantai Trisik dapat dibangkitkan kembali. 

Copyright © KARANG TARUNA JANGKAR MUDA | Supported by EY Project

Design by Anders Noren